angkak

Angkak Obat Alami Penurun Kolesterol?

“Pak T, ini lho saya punya angkak. Katanya dapat menurunkan kolesterol. Saya mau minum ini. Aman nggak ya?”, tanya Ny. Jono yang berbadan subur alias gemuk. Tentu saja pertanyaan Ny. Jono banyak menarik perhatian ibu-ibu yang tengah ngrumpi di depan rumah sambil belanja. Maklum, selama ini angkak banyak dikenal sebagai obat demam berdarah.

Bagi saya, apoteker satu-satunya di RT ini tentu saja mengetahui perihal tersebut. Dan itu yang ingin saya bahas dalam artikel kali ini.

Memang gaya hidup modern telah disadari banyak menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah kadar kolesterol. Banyak orang yang mempunyai kadar kolesterol dalam darah di atas normal. Demi menurunkannya, konsumsi obat penurun kolesterol jamak dilakukan. Diantara berbagai jenis obat, jarang yang mengetahui jika angkak, beras merah obat tradisional dari Cina itu, dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan efektif.

Selama ini angkak lebih dikenal sebagai obat untuk menaikkan kadar thrombosit saat sakit demam berdarah. Namun justru khasiat angkak yang terbukti lewat penelitian adalah sebagai penurun kolesterol.

Khasiat Dan Efek Samping Angkak

Angkak adalah beras putih yang difermentasikan dengan kapang (Monascus purpureus) hingga merubah warna beras menjadi merah. Di Cina, angkak telah lama dikenal sebagai obat tradisional untuk berbagai keperluan. Penggunaannya adalah sebagai obat untuk “revitalisasi darah”, pewarna makanan dan pengawet.

Di Amerika dan Eropa, angkak dikenal sebagai red fermented rice yang saat ini mulai populer dan dipasarkan dalam bentuk kapsul sebagai obat alami penurun kolesterol.

Penelitian yang dilakukan menunjukan angkak mengandung berbagai subtansi yang berkhasiat obat. Kandungan utamanya adalah berbagai jenis senyawa monacolin, terutama monacolin K. Selain itu juga mengandung sterol, isoflavon dan lemak tak jenuh atau lemak baik.

Secara sruktur, monacolin K adalah senyawa yang disebut dengan statin. Senyawa ini merupakan golongan obat untuk menurunkan kolesterol. Sekedar diketahui, monacolin K disebut juga dengan lovastatin, yaitu obat yang dipasarkan dengan merek Mevacor. Di Indonesia, obat ini tersedia dengan merek Cholvastin, Lipovas, Lotyn dan Lovatrol.

Karena itulah seringkali angkak menimbulkan sedikit kontroversi, apakah dikelompokan sebagai obat, suplemen atau obat tradisional? Jika menilik sejarah pembatan dan penggunaannya, angkak tepat dikelompokan dalam obat tradisional. Namun karena mengandung lovastatin, suatu obat yang patennya dimiliki Merck, Carlsbad dan Covis Pharma Sarl. Mereka adalah para perusahaan raksasa farmasi dunia.

Mengingat kandungan lovastatin yang merupakan obat resep (prescription drug), FDA pada tahun melarang peredaran produk angkak. Sebab dikhawatirkan penggunaan angkak yang tak terkontrol dapat menimbulkan efek samping seperti pada pemberian lovastatin, yaitu sakit kepala, gangguan pencernaan, gangguan syaraf dan mempengaruhi berbagai enzim dan kelenjar tiroid. Bahkan lovastatin dapat menyebabkan gagal ginjal, sesuatu yang fatal bagi kesehatan.

Perhatian Dalam Minum Angkak

Di Indonesia, angkak memang populer sebagai obat untuk menaikan thrombosit pada demam berdarah. Mengingat kandungannya yang ternyata adalah senyawa statin, maka konsumsi angak harus dilakukan dengan hati-hati.

Memang kadar lovastatin dalam angkak sangat bervariasi. Namun dengan konsumsi yang cenderung cukup tinggi, maka sebaiknya dikurangi. Apalagi tidak ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa angkak dapat menaikan kadar thrombosit. Karena itu lebih baik tidak usah minum angkak saat terkena demam berdarah.

Dan juga menggunakan angkak untuk menurunkann kadar kolesterol, saya lebih menyarankan jangan. Sebab kadar lovastatin dalam angkak sangat bervariasi sehingga akan sulit untuk menentukan berapa takaran yang tepat. Lebih baik menggunakan produk obat lovastatin, dengan petunjuk medis yang tepat tentunya, untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Jadi meskipun angkak dikenal sebagai obat tradisional, prinsip kehati-hatian tetap dilakukan. Oke tho?

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>