cantengan, kuku nanah

Infeksi Kuku Cantengan atau Paronikia

Jaman sekarang, komunikasi memang sangat dipermudah. Paling gampang, pakai hp. Gadget satu ini memang praktis, sebab bisa online, atau mengirim berbagai pesan multimedia. Tentu saja aku apoteker satu-satunya di RTku juga tak ketinggalan. Meski gadget yang aku punyai adalah android jadul. Tak apalah, yang penting bisa chatting…

Karena ada sarana chatting inilah, sering berbagai informasi ini bisa sangat cepat aku dapatkan. Bukan hanya itu, pertanyaan yang mengernyitkan dahi, juga sering disampaikan. Tentu saja yang berkaitan dengan obat yang akan aku ceritakan di sini. Soal lain? Off the record..

Pagi-pagi, kembali android jadul punyaku berderik. Pesan Whatapss, dari Mr. Jono. Isinya? “Nyeri. Canthengan. Apa obat yang manjur?” disertai foto jari telunjuk yang pada bagian kuku terlihat bengkak bernanah. “Ini jari istriku. Jari telunjuk”, itu pesan Mr. Jono berikutnya.

“Wah mister, tak kira jari jempol itu. Ternyata jarinya Bu Jono besar-besar”, jawabku. Balasannya? Sebuah gambar tangan terkepal muncul di layar android jadulku…

Cantengan (Paronikia), Apa Sih Sebabnya?

Cantengan atau juga disebut canthengan, memang bukan penyakit yang serius, dalam arti tidak mengancam kehidupan. Namun rasa nyeri yang ditimbulkan cukup mengganggu. Sebab jari, baik kaki maupun tangan, merupakan bagian tubuh yang aktif bergerak dan sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitarnya. Jika bersentuhan, akan terasa nyeri yang menyengat.

Dalam istilah medis, canthengan atau infeksi kuku ini disebut dengan paronikia (paronychia). Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi terjadi akibat bakteri masuk ke dalam kulit sekitar kuku melalui luka pada kuku, robekan atau trauma. Iritasi akibat deterjen juga dapat menimbulkan robekan, dan dapat menjadi jalan masuk bakteri.

Ketika terjadi infeksi, akan terjadi radang diserati rasa nyeri, kemerahan dan panas. Kuku dapat mengalami perubahan warna, bahkan terlepas dari bantalannya. Nanah juga dapat timbul dan terkumpul di sekitar kuku atau di bawah kuku. Rasa nyeri biasanya cukup tajam dan mengganggu.

Paronikia Kronik

Pada paronikia atau cantengan yang kronik terjadi gejala lebih dari 6 minggu. Kuku tampak cenderung kering, namun bengkak dan kemerahan tidak begitu nyata terlihat. Kuku akan tampak menebal dan pucat dan dapat terpisah dari bantalan kuku sehingga akan tampak ruang di antara kuku dan nail bed.

Paronikia Akut

Cantengan atau paronikia jenis ini kuku akan tampak kemerahan, bengkak dan nyeri. Apabila ditekan dapat keluar nanah. Penumpukan nanah terjadi di tepi atau di bawah kuku.

Penyebab paronikia akut biasanya adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus. Infeksi campuran berbagai kuman biasanya ditemukan pada penderita diabetes. Paronikia kronik juga sering disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Obat Paronikia (Cantengan)

Penyebab cantengan adalah infeksi. Maka obat yang diperlukan adalah antibiotik. Selain itu, diperlukan juga obat untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

Obat antibiotik yang diperlukan adlah antibiotik yang aktif terhadap bakteri penyebab infeksi. Antibiotik golongan penisilin seperti amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxillin, Penmox) dengan pemberian 3 kali sehari dapat mengatasi infeksi ini. Selain itu, Clindamycin (Cinmas, Climadan, Clinjos) juga efektif, terutama karena kemampuannya menembus jaringan lunak dan nanah. Clindamycin diminum 2 kali sehari setelah makan.

Antibitoik golongan quinolon seperti Ciprofloxacin (Baquinor, Renator, Ciflos)juga dapat digunakan dengan diminum 2 kali sehari setelah makan.

Jika penyebab infeksi adalah jamur, maka pemberian obat anti jaur seperti ketokonazol (Mycoral, Nizoral) dapat diberikan sekali sehari, diminum setelah makan.

Jika paronikia tersebut masih ringan, maka kompres dengan rivanol dapat untuk menghilangkan infeksi.

Sedangkan untuk menghilangkan nyeri, obat-obat AINS seperti asam mefenamat (Mefinal, Ponstan, Ponalar) cukup efektif. Asam mefenamat tersebut diminum 3 kali sehari sesudah makan.

Incoming search terms:
  • obat cantengan di apotik
  • obat kuku cantengan di apotik
  • obat cantengan
  • obat cantengan jempol kaki di apotik
  • cantengan
  • salep cantengan di apotik
  • nama obat cantengan di apotik
  • obat kuku
  • cara mengobati cantengan
  • luka bengkak sekitar kuku

admin

Teguh IW, seorang farmasis, suka menulis, ingin menjadi full time blogger, dan bekerja di Apotek Randukuning, Pati, Jawa Tengah.

3 komentar pada "Infeksi Kuku Cantengan atau Paronikia"

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>